Friday 27 February 2026 - 13:31
Tanpa Keterlibatan Palestina, Meksiko Menolak Bergabung dalam Delegasi Perdamaian Gaza

Hawzah/ Claudia Sheinbaum menolak undangan pribadi Donald Trump untuk secara resmi bergabung dalam “Delegasi Perdamaian untuk Jalur Gaza”. Ia menegaskan bahwa Meksiko hanya akan mengirim satu perwakilan sebagai pengamat ke pertemuan tersebut. Keputusan itu diambil karena Palestina tidak diundang sebagai pihak resmi dalam perundingan, sehingga Meksiko menilai proses tersebut belum sepenuhnya inklusif.

Berita Hawzah – Presiden Meksiko, pada Selasa dalam konferensi pers mengumumkan bahwa negaranya menolak bergabung dengan “Delegasi Perdamaian untuk Jalur Gaza” yang dibentuk atas inisiatif White House guna merumuskan masa depan rekonstruksi dan tata kelola Gaza.

Menurut laporan media InfoBae, Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Karena itu, kehadiran Palestina dalam setiap inisiatif perdamaian terkait Gaza dinilai “esensial” bagi partisipasi aktif Meksiko. Ia menyatakan, “Kami selalu mendukung perdamaian di mana pun. Namun ketika berbicara tentang perdamaian di Timur Tengah, keterlibatan kedua negara antara Israel dan Palestina adalah hal penting, sementara pertemuan ini tidak dirancang dalam kerangka tersebut.”

Kehadiran Simbolis, Bukan Partisipasi Penuh

Meski menolak keanggotaan penuh, Sheinbaum mengumumkan bahwa Meksiko tetap akan mengirim perwakilan sebagai pengamat, yakni Héctor Vasconcelos, delegasi tetap Meksiko untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah ini dimaksudkan untuk memantau jalannya pembahasan serta keputusan yang mungkin diambil dalam pertemuan di Washington.

Pendekatan ini serupa dengan sikap Uni Eropa yang sebelumnya menyatakan hanya akan berpartisipasi sebagai pengamat, bukan anggota penuh.

Undangan Trump dan Kekhawatiran atas Proses Perdamaian

Donald Trump secara pribadi mengundang Sheinbaum untuk bergabung secara resmi dalam delegasi tersebut. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington, D.C., itu bertujuan menyusun kerangka rekonstruksi dan tata kelola Jalur Gaza pada periode pascaperang.

Media Meksiko mencatat bahwa sikap pemerintah Meksiko muncul di tengah kritik internasional terhadap proses perdamaian yang dinilai belum inklusif. Absennya Palestina sebagai pihak resmi dalam forum tersebut memicu kekhawatiran, tidak hanya dari Meksiko tetapi juga dari sejumlah aktor internasional lainnya.

Melalui keputusan ini, Meksiko kembali menegaskan prinsip dasar kebijakan luar negerinya: penyelesaian konflik internasional harus melibatkan seluruh pihak yang terkait secara langsung.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha